MUHASABAH DI AWAL TAHUN 1436H

 TANPA terasa, bumi terus berputar, tahun berganti baik Hijriyah maupun Miladiyah (Masehi). Seiring perputaran waktu itu, kita segera meninggalkan tahun 1435 Hijriyah dan memasuki tahun baru 1436 Hijriyah. Ini memberi makna bahwa perputaran waktu seirama dengan kian senjanya umur manusia. Sadar atau tidak, kini kita antre menanti ajal yang kian dekat. Di satu sisi umur manusia terus bertambah, namun di sisi lain dipastikan semakin dekat dengan alam barzakh (kubur). Bilangan bulan dalam setahun tidak pernah bertambah dan juga tidak pernah berkurang, yaitu tetap 12 bulan dalam perhitungan Allah Swt (QS. at-Taubah: 36).

Sesuai dengan maknanya, hijrah memiliki pengertian meninggalkan (at-tarku) atau berpindah (al-intiqâl). Dan jika dimasa-masa lalu masih banyak berbagai kemaksiatan yang kita lakukan, maka marilah kita ganti kemaksiatan itu dengan semangat memperbanyak amalan saleh. Mengajak orang berbuat makruf dan mencegahnya dari berbuat munkar. Kapan lagi kita memperbaiki diri, kalau bukan dimulai dari sekarang (ibda‘ binafsik). Dan pantaskah kita menundanya, padahal kita tidak tahu kapan kehidupan di dunia ini berakhir? 

Introspeksi Diri
Introspeksi diri (muhasabah) dalam menyambut tahun baru 1436 Hijriyah ini, sangat perlu bagi kita untuk berkaca diri, menilai dan menimbang amalan-amalan yang telah kita perbuat. Penilaian dan penimbangan ini bukan hanya untuk mengetahui seberapa besar perbuatan kita, tapi itu semua dilakukan untuk mengendalikan semua bentuk amalan perbuatan yang hendak kita lakukan dengan penuh pikiran, pertimbangan, dan pertanggungjawaban. 

Sebab, terkadang manusia yang tidak pernah bercermin diri bagaikan binatang liar yang terlepas dari jeratan. Ia akan berlari dengan sekencang-kencangnya dan melompat dengan sekuat tenaga tanpa menghiraukan kalau itu akan membahayakannya kembali. Manusia yang demikian akan berbuat sekehendak hatinya, tanpa berpikir dan pertimbangan, yang pada akhirnya ia akan terjatuh di tempat yang sama dan meratapi perbuatannya dengan berulang kali. Sungguh malang nasibnya jika setiap tahun ia harus terjatuh dan terjatuh lagi di tempat atau di lobang yang sama. 

Rasulullah saw juga mengingatkan umatnya tentang perbuatan yang tercela, dengan sabdanya: “Tanda kecelakaan itu ada empat: Pertama, tidak mau mengingat dosa yang telah lalu, padahal dosa-dosa itu tersimpan di sisi Allah Swt; Kedua, menyebut-nyebut segala kebaikan yang telah diperbuat, padahal siapa pun tidak tahu apakah kebaikan kebaikan itu diterima atau ditolak; Ketiga, memandang orang yang lebih unggul dalam soal duniawi, dan; Keempat, memandang orang yang lebih rendah dalam hal agama. Allah Swt berfirman: “Aku menghendaki dia, sedangkan dia tidak menghendaki Diriku, maka dia Aku tinggalkan.”
Allah Swt memberikan tuntunan hidup berupa agama Islam, yang di dalamnya terdapat ajaran-ajaran yang menuju kepada kebahagiaan dan keselamatan dunia dan akhirat. Oleh sebab itu, berbahagialah bagi mereka yang memperoleh nikmat umur yang panjang dan mengisinya dengan amalan-amalan baik dan perbuatan-perbuatan bijak. Rasulullah saw bersabda: “Sebaik-baik manusia adalah orang yang panjang umurnya dan baik amalannya.” (HR. Ahmad). Adalah suatu tindakan yang bijak, jika manusia berbuat salah kemudian ia sadar dan memperbaiki kesalahannya dengan berbuat amalan yang baik dengan komitmen tidak akan mengulangi kesalahannya itu. 

Akhirnya dapat kita simpulkan: Pertama, sebagai muslim yamg taat dengan ajaran Tuhannya, hendaklah kita menyambut tahun baru 1436 Hijriyah ini dengan berbuat dan memperbaiki amalan-amalan kita di tahun lalu; Kedua, hendaklah menyambut tahun baru 1436 Hijriyah ini dengan tidak seperti nonmuslim merayakan tahun baru Miladiyah, dan; Ketiga, hidup manusia semakin hari semakin berkurang, maka selayaknya mempergunakan kesempatan hidup di dunia ini dengan sebaik mungkin. Karena ajal manusia rahasia Tuhan, dan jarum jam tidak akan pernah berbalik arah, sudah sepantasnya manusia itu memperbaiki dirinya. 

Wallahu A’lamu bis shawab.
Manuruki @imranlahami 24 Okt 14
Share this article :
 

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. RenunganKu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger